Festival Literasi SIS 2025, Plt Disdikbud Tabalong Sebut Upaya Ciptakan SDM Unggul

Di sisi lain, Ketua YABN, Zuraida Murdia Hamdie menjelaskan, kebanyakan orang memahami literasi hanya sebatas urusan membaca dan menulis, namun hal ini terlihat dari hasil karya anak-anak.

“Pengertian literasi yang selama ini dikira hanya urusan membaca saja, artinya membaca benar-benar huruf menjadi kata, sudah dimaknai di tiga kabupaten ini jauh melampaui dari asumsi itu. Jadi adik-adik kita sudah bisa mengekspresikan literasi itu dengan hasil karyanya, dengan tarian dan sebagainya,” jelasnya.

Dirinya meyakini dengan program Festival Literasi ini mampu menjadi kebiasaan anak untuk membaca, menggali informasi, menuangkan pendapat ke dalam banyak media.

“Saya yakin anak-anak ini akan menjadi emas emas yang suatu saat menjadi pemimpin tidak hanya di sini, di Indonesia bahkan mungkin di dunia. Ayo kita terus semangat gerakan literasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Chief Operation PT SIS Jobsite Admo, Agus Harsanto menambahkan, bahwa pihaknya ingin memancing ataupun merangsang mitra lainnya dalam berkontribusi di dunia pendidikan, terutama membangun budaya membaca.

Pasalnya kecerdasan itu diawali dengan kebiasaan membaca sehingga melahirkan generasi muda Indonesia yang penuh dengan orang-orang cerdas,” tambah Agus.

Kalimantanlive.com/ A Hidayat