Menurutnya, perlambatan di sektor sekunder tersebut bukan berarti perlemahan, karena angka 5,87 persen tersebut sendiri jauh melebihi angka pertumbuhan ekonomi kabupaten itu sendiri di angka 5,12 persen
Sebab, hal ini terkait dinamika dan fluktuasi banyak hal, baik terkait sosial politik maupun pencapaian yang melampaui target pada triwulan pertama.
Sehingga diingatkan pentingnya sektor sekunder ini untuk terus diperhatikan agar on the track dengan target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.
“Sektor sekunder ini penting dijaga, sebab secara konseptual sektor ini memuat aktivitas inti rakyat di dalamnya seperti UMKM, industri pengolahan dan aktivitas ekonomi apapun yang dapat mengubah bahan mentah menjadi berang bernilai,” ujarnya.
Lebih lanjut, untuk menjaga sektor sekunder dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tetap tumbuh, pemerintah harus terus mengawal KDMP tumbuh sebagai aktivitas ekonomi bukan sebagai formalitas.







