Pasalnya, kebijakan Menteri Keuangan RI yang menggelontorkan Rp200 triliun ke Bank Himbara mesti didorong hingga mencapai mekanisme kongkret hingga terealisasi ke KDMP.
“Saya melihat Bank Himbara sekarang dalam kondisi likuiditas yang tinggi, jika tidak disalurkan justru menjadi beban bagi bank. Jadi realisasi ke KDMP merupakan mutualisme yang dapat disegerakan,” lanjut Kadarisman.
Hal lain yang patut jadi konsen dari pemerintah daerah sekarang jelasnya terus mendorong hilirisasi komoditas lokal seperti produk pertanian dan juga praktik ekonomi jasa pertambangan yang masih jawa sentris.
Barang dan jasa pertambangan dinilai masih Jawa sentris karena masih banyak produk yang bisa dibuat di Tabalong tapi diberikan ke pulau Jawa dengan pertimbangan harga yang kompetitif.
Terakhir dirinya mengingatkan pemerintah perlu membuat sentra UMKM yang terintegrasi dengan teknologi, pariwisata, pasar, dan sektor keuangan lainnya.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat







