KALIMANTANLIVE.COM – Hidup Wahyudin Moridu, politisi muda Gorontalo yang dulu dielu-elukan, kini berubah 180 derajat. Dari kursi empuk DPRD Provinsi Gorontalo, ia harus kembali ke jalanan berdebu sebagai sopir truk.
Kejatuhan ini bermula dari video viral yang memperlihatkan dirinya dengan santai mengaku menggunakan uang negara untuk bersenang-senang, bahkan menyebut dengan enteng:
# Baca Juga :VIRAL LAGIi! Nadya Almira Dituding Jadi Pelaku Kecelakaan Maut 13 Tahun Lalu – Begini Kronologi Lengkapnya
# Baca Juga :Drama Etihad! Aksi Solo Run Reijnders Jadi Asis Indah, Tapi Man City Gagal Tumbangkan Arsenal di Detik Terakhir
# Baca Juga :TERBONGKAR! Wanita Lulusan SMA Nekat Jadi Dokter Gadungan, Suntik Pasien hingga Vonis HIV, Tipu Korban Rp 538 Juta
# Baca Juga :KLASEMEN SERIE A TERKINI: Inter Milan Tancap Gas, Emil Audero Bersinar, Jay Idzes Merosot
“Hari ini menuju Makassar pakai uang negara. Kita rampok aja uang negara ini. Kita habiskan, biar negara makin miskin,” ucapnya sambil tertawa.
Tak hanya itu, Wahyudin terang-terangan menyebut perempuan di sampingnya sebagai “hugel” alias kekasih gelap yang ikut menemaninya dalam perjalanan dinas.
Ucapan itu langsung memicu kemarahan publik. Arogansi seorang wakil rakyat dianggap telah melecehkan masyarakat dan merusak marwah lembaga legislatif.
Pemecatan dari PDIP dan DPRD
DPD PDIP Gorontalo pun bergerak cepat. Ketua DPD PDIP Gorontalo La Ode Haimuddin menegaskan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) telah menjatuhkan sanksi terberat: pemecatan penuh.
“Ini bukan penonaktifan, tapi pemberhentian total dari DPRD Provinsi Gorontalo,” tegas La Ode, Minggu (21/9/2025).
Dengan pencopotan ini, kursi Wahyudin segera digantikan melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) oleh calon cadangan dari partai yang sama.
Dari Politisi ke Sopir Truk
Dalam live TikTok bersama istrinya, Sabtu (20/9/2025) malam, Wahyudin mengaku pasrah menerima nasib.
“Saya kembali jadi sopir truk,” ujarnya dengan suara berat.
Perbandingan penghasilan jelas jomplang. Sopir truk hanya digaji Rp2–4 juta per bulan, sementara anggota DPRD mendapat gaji, tunjangan, fasilitas dinas, hingga jaminan sosial.
Kini, dari ruang sidang ber-AC, Wahyudin harus kembali ke jalanan panjang yang panas dan penuh debu.
Jejak Kontroversi Panjang
Nama Wahyudin bukan baru sekali terseret masalah. Putra dari mantan Bupati Boalemo, Darwis Moridu, ini pernah ditangkap dalam kasus narkoba pada 2020 bersama dua anggota DPRD lain. Ia sempat menjalani rehabilitasi setelah mengaku kecanduan bertahun-tahun.







