JAKARTA, Kalimantanlive.com – GAC Group bersama Huawei resmi meluncurkan Qijing, merek mobil listrik premium baru asal Tiongkok. Nama Qijing yang berarti “Alam Tercerahkan” ini dirancang sebagai lini kendaraan kelas atas, dengan fokus penuh dari GAC melalui perusahaan baru yang didedikasikan khusus untuk pengembangannya.
Huawei berperan lebih dari sekadar pemasok perangkat lunak. Raksasa teknologi itu menurunkan tim teknik terbaik untuk menghadirkan teknologi mutakhir, termasuk sistem kemudi pintar dan kokpit digital generasi terbaru bernama Qiankun.
BACA JUGA: Daihatsu Sindir Kehadiran Ayla EV, Mobil Listrik Murah dengan Jarak Tempuh 200 Km
Kolaborasi ini mengusung model kerja sama baru: GAC tetap memegang kendali penuh atas merek dan produk, sementara Huawei menyuplai teknologi pintar.
Skema ini dianggap sebagai solusi agar produsen otomotif tidak kehilangan identitas merek saat bermitra dengan perusahaan teknologi.
Sebelumnya, GAC dan Huawei pernah merencanakan produksi mobil otonom Level 4 pada 2024, namun batal. Kemudian pada November 2024, keduanya membentuk perusahaan proyek GH dengan modal terdaftar RMB 1,5 miliar (sekitar Rp3,51 triliun).
Meski Qijing sudah diperkenalkan, model perdananya baru dijadwalkan meluncur pada 2026. Kehadiran Qijing menjadi langkah strategis GAC dan Huawei dalam menggabungkan teknologi pintar dengan produksi kendaraan premium kelas dunia.
Sumber: Fajarharapan.id










