Geger Isu Anak Kapolri Terlibat Tambang Ilegal, Haidar Alwi Bongkar Fakta Sebenarnya!

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Jagat politik dan hukum Tanah Air diguncang isu panas. Forum Mahasiswa Pascasarjana (Formaps) Maluku Utara menuding anak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terlibat dalam bisnis tambang ilegal melalui perusahaan PT Position.

Tudingan ini memicu kehebohan publik, terlebih karena perusahaan tersebut dikaitkan dengan praktik tambang ilegal serta konflik dengan masyarakat adat di Maluku Utara.

# Baca Juga :Dari Kursi DPRD ke Setir Truk! Kehidupan Wahyudin Moridu Jungkir Balik Gara-Gara Ucapan Fatal

# Baca Juga :VIRAL LAGIi! Nadya Almira Dituding Jadi Pelaku Kecelakaan Maut 13 Tahun Lalu – Begini Kronologi Lengkapnya

# Baca Juga :Drama Etihad! Aksi Solo Run Reijnders Jadi Asis Indah, Tapi Man City Gagal Tumbangkan Arsenal di Detik Terakhir

# Baca Juga :TERBONGKAR! Wanita Lulusan SMA Nekat Jadi Dokter Gadungan, Suntik Pasien hingga Vonis HIV, Tipu Korban Rp 538 Juta

Namun, R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), langsung turun tangan menelusuri kebenaran isu tersebut. Hasilnya mengejutkan: tidak ada bukti keterlibatan anak Kapolri dalam struktur kepemilikan maupun kepengurusan PT Position.

Investigasi HAI: Fakta di Balik PT Position

Haidar Alwi menegaskan, berdasarkan data Ditjen AHU, struktur pengurus PT Position sama sekali tidak mencantumkan nama anak Kapolri. Inilah daftar lengkapnya:

Stephanus Eka Dasawarsa Sutantio – Direktur Utama

Chao Zhiqiang, Hari Aryanto Dharma Putra, Insinyur Hariyadi, Ye Changqing – Direktur

He Xiaozhen, Kenneth Scott Andrew Thompson, Lawrence Barki, Wang Renhui – Komisaris

Lin Jiqun – Komisaris Utama

Sementara itu, kepemilikan saham PT Position juga jelas, yakni:

Nickel International Capital Pte. Ltd. (49%) – senilai Rp154,07 miliar

PT Tanito Harum Nickel (51%) – senilai Rp160,36 miliar

Nickel International Capital Pte. Ltd. sendiri berbasis di Singapura dengan pemegang saham:

Ever Rising Limited (49%)

PT Harum Energy Tbk (51%)

Sedangkan PT Tanito Harum Nickel mayoritas dikuasai PT Harum Nickel Perkasa (63,75%), yang sebagian besar sahamnya dimiliki PT Harum Energy (71%).

Haidar menekankan, PT Harum Energy Tbk mayoritas sahamnya dipegang PT Karunia Bara Perkasa (79,79%), yang identik dengan Keluarga Barki, bukan anak Kapolri.

Tudingan Tak Berdasar Bisa Picu Kegaduhan