Mendagri Minta Daerah Inflasi Tinggi Perkuat Koordinasi dengan BPS, Bulog, dan BI

Kalimantanlive.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah dengan tingkat inflasi tinggi segera memperkuat koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog, Bank Indonesia, serta asosiasi pengusaha.

Menurutnya, langkah ini penting untuk mengidentifikasi penyebab inflasi sekaligus menentukan strategi pengendalian.

“Tolong duduk bersama dengan BPS, Bulog, Bank Indonesia, bila perlu juga dengan asosiasi pengusaha seperti Kadin atau Apindo, untuk mencari tahu penyebabnya,” kata Tito dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa.

BACA JUGA: Resmi! Daftar Long Weekend 2026, Libur Keagamaan Paling Mendominasi

Tito menjelaskan, tingginya inflasi daerah bisa dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari keterbatasan pasokan pangan, kenaikan harga yang diatur pemerintah, masalah distribusi akibat cuaca, hingga praktik penimbunan oleh oknum.

Ia menegaskan, inflasi nasional saat ini relatif terkendali pada level 2,31 persen (year on year) per Agustus 2025, sesuai target pemerintah di kisaran 2,5 persen ±1 persen.