TERUNGKAP! Daftar 10 Negara Termiskin di Dunia September 2025, Ada Satu dari Asia

KALIMANTANLIVE.COM – Majalah ekonomi bergengsi Global Finance resmi merilis daftar terbaru negara-negara termiskin di dunia per September 2025. Laporan ini kembali menyoroti jurang kesenjangan ekonomi global, di mana sebagian besar negara miskin masih terjebak dalam lingkaran konflik, korupsi, dan krisis politik.

Penilaian didasarkan pada indikator Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita dan Paritas Daya Beli (Purchasing Power Parity/PPP). Dua instrumen inilah yang menggambarkan seberapa sejahtera rata-rata penduduk di suatu negara setelah menyesuaikan biaya hidup, inflasi, serta harga barang dan jasa di tingkat lokal.

# Baca Juga :HEB0H! iPhone 17 Dihujat Pembeli dari Berbagai Negara, Varian Premium Gampang Lecet

# Baca Juga :KABAR GEMBIRA! WhatsApp Resmi Hadirkan Fitur Translate, Chat Asing Bisa Diterjemahkan Otomatis

# Baca Juga :PANAS! Korea Open 2025 Hari Ini: 4 Tunggal Putra Indonesia Siap Tempur, Duel Alwi vs Leong Jadi Sorotan

# Baca Juga :GEMPAR di PBB! Trump Puji Pidato Prabowo: “Hebat, Anda Luar Biasa!”

Inilah 10 Negara Termiskin Dunia September 2025

Menurut data Poorest Countries in the World 2025 yang dirilis Global Finance, berikut daftar terbaru negara paling miskin di dunia:

Sudan Selatan – USD 716,24

Burundi – USD 1.015,17

Republik Afrika Tengah – USD 1.329,96

Yaman – USD 1.674,74

Mozambik – USD 1.728,85

Malawi – USD 1.777,95

Republik Demokratik Kongo – USD 1.884,15

Somalia – USD 1.915,71

Liberia – USD 2.005,76

Madagaskar – USD 2.043,02

Sudan Selatan: Kaya Minyak, Tapi Rakyat Tetap Miskin

Ironis, Sudan Selatan yang kaya cadangan minyak justru berada di urutan pertama negara termiskin dunia. Sejak berdiri pada 2011, negeri ini tak kunjung stabil akibat konflik internal, korupsi, hingga kerusakan infrastruktur pipa minyak.

Padahal, minyak menyumbang 90% pendapatan negara. Namun, alih-alih menyejahterakan rakyat, kekayaan itu menjadi pemicu perang, perebutan kekuasaan, dan kesenjangan sosial. Bank Dunia bahkan memperingatkan, hampir seluruh penduduk Sudan Selatan akan hidup di bawah garis kemiskinan pada akhir 2025.