BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar program Gelar Darling sebagai langkah konkret mencegah stunting dan permasalahan gizi pada usia sekolah dan remaja.
Kepala DP3AKB Kalsel, Husnul Hatimah, menjelaskan program ini lahir sebagai inovasi yang menyoroti seriusnya persoalan gizi, mulai dari kekurangan gizi, obesitas, hingga anemia.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Sambut Mensos Saifullah, Dialog Perkuat Pilar Sosial
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi stunting di Kalsel tercatat 30,4 persen pada usia 13–15 tahun dan 28,8 persen pada usia 16–18 tahun. Masalah gizi lain seperti wasting, obesitas, dan anemia juga masih tinggi.
“Investasi penanganan gizi pada remaja bukan sekadar soal kesehatan, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia masa depan. Remaja yang sehat akan tumbuh menjadi generasi produktif dan berdaya saing,” ujarnya saat pelaksanaan kegiatan di Banjarbaru, Rabu (24/9/2025).
Program Gelar Darling menitikberatkan pada peningkatan kesadaran pola hidup sehat dengan melibatkan lintas sektor, pemerintah daerah, hingga mitra strategis.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan program dapat menekan angka permasalahan gizi di kalangan pelajar.







