Lambannya birokrasi, kata dia, masih menjadi hambatan utama bagi investor untuk masuk ke Indonesia.
Ia menambahkan, kondisi demografi menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi karena jumlah penduduk usia produktif mendorong konsumsi dan investasi.
BACA JUGA: Zulhas Pesan Santri dan Wisudawan: Jangan Lupakan Petani dan Nelayan
Hal ini berbeda dengan banyak negara maju yang kini mengalami perlambatan konsumsi akibat populasi menua.
“Tidak ada orang yang mau berinvestasi ketika konsumsi turun. Sekarang tinggal bagaimana kebijakan pemerintah mampu menjaga daya tarik investasi di Indonesia,” kata Aviliani.
Sumber: Antaranews










