JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Carlo Ancelotti dikenal sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola. Namun, di balik catatan emasnya bersama klub-klub elite Eropa, ada satu kisah pahit yang tak pernah ia lupakan: pemecatan kejam dari Bayern Munich.
Pelatih asal Italia berusia 66 tahun itu telah melalang buana lebih dari tiga dekade bersama tim-tim raksasa seperti Juventus, AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, Real Madrid, Bayern Munich, hingga Napoli. Trofi demi trofi ia kumpulkan, termasuk gelar Liga Champions, namun masa singkatnya bersama Bayern meninggalkan luka mendalam.
# Baca Juga :Carlo Ancelotti Resmi Jadi Pelatih Brasil, Rilis Daftar Skuad Pertama untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026
# Baca Juga :Carlo Ancelotti Terancam Penjara 4 Tahun 9 Bulan atas Kasus Penipuan Pajak
# Baca Juga :Geger Neymar Pakai Jersey Juventus! Unjuk Gigi di Depan Tim Ancelotti, Sinyal Kembali ke Eropa?
# Baca Juga :Resmi! Brasil Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Taklukkan Paraguay, Kemenangan Perdana Ancelotti!
Singkat tapi Berprestasi di Bayern
Ancelotti hanya bertahan sekitar setahun di Bavaria (2016–2017). Dari 60 pertandingan, ia mencatat 43 kemenangan dan hanya kalah sembilan kali di semua kompetisi. Bahkan, Bayern sukses meraih Bundesliga di musim pertamanya plus dua Piala Super Jerman.
Namun, semuanya runtuh usai kekalahan telak 0-3 dari Paris Saint-Germain di fase grup Liga Champions 2017/18. Kekalahan itu menjadi laga terakhir Ancelotti di pinggir lapangan untuk Die Roten.
“Hari Tersulit dalam Karier Saya”
Dalam bukunya yang segera dirilis berjudul How to Win the Champions League, Ancelotti mengungkap betapa pahitnya momen tersebut.
“Itu adalah kesalahan saya dalam strategi. PSG menyerang balik dengan brutal dan kami kalah 3-0, kekalahan terburuk Bayern di kompetisi itu dalam 21 tahun,” tulis Ancelotti.
Sehari setelah kekalahan itu, manajemen Bayern langsung bertindak. Karl-Heinz Rummenigge menilai performa tim jauh dari harapan, dan keputusan pemecatan pun dijatuhkan.
“Saya telah dipecat empat kali: Juventus, Chelsea, Real Madrid, dan Bayern. Tapi pemecatan di Bayern adalah yang paling kejam,” tegas Ancelotti.







