“Hanya capital inflow yang seharusnya mendapat insentif, agar tidak memicu konversi dana domestik dari rupiah ke dolar,” tambahnya.
Ia menegaskan Bank Indonesia (BI) pasti akan melakukan intervensi bila pelemahan rupiah terlalu dalam, namun cadangan devisa yang terbatas membuat langkah itu tidak bisa bertahan lama.
“Isunya bersifat struktural. Desain kebijakan harus lebih efektif,” kata Dzulfian.
Sumber: Antaranews







