Geger! Starbucks Umumkan Penutupan Gerai & PHK Massal, 900 Pekerja Terancam

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Raksasa kopi dunia Starbucks resmi mengumumkan langkah mengejutkan: menutup sejumlah gerai berkinerja buruk di Amerika Utara serta memangkas sekitar 900 posisi pekerjaan. Kebijakan ini merupakan bagian dari restrukturisasi perusahaan senilai US$ 1 miliar atau setara Rp 16,8 triliun (kurs Rp 16.800/US$).

Dikutip dari CNBC, Starbucks tengah berupaya mengembalikan tren pertumbuhan penjualan dan laba melalui perombakan besar-besaran di Amerika Serikat. Perusahaan ingin kembali pada konsep kedai klasik: cangkir keramik, ruang nyaman, dan pelayanan lebih cepat.

# Baca Juga :Khofifah Tegaskan Tidak Ada PHK Massal di Gudang Garam, Hanya Pensiun Dini

# Baca Juga :TikTok PHK 150 Moderator Konten! Diganti AI, Serikat Pekerja Ngamuk

# Baca Juga :EKONOMI AS AMBRUK! Efek Tarif Trump Bikin Pabrik Mandek, PHK Massal Ancam Negeri Adidaya

# Baca Juga :PHK Meningkat, Generasi Muda Didorong Garap Peluang di Luar Kantor

“Kami mengidentifikasi gerai yang tidak mampu memenuhi ekspektasi pelanggan maupun mitra, serta tidak memiliki prospek kinerja finansial. Lokasi seperti itu akan ditutup,” ujar CEO Starbucks, Brian Niccol, dalam surat kepada karyawan, Kamis (25/9/2025).

Restrukturisasi Besar, PHK Tak Terhindarkan

Selain menutup gerai, Starbucks juga akan memangkas tenaga kerja di tim pendukung serta membatalkan sejumlah lowongan terbuka.

Langkah ini menambah daftar panjang PHK di perusahaan. Pada Februari 2025, Starbucks lebih dulu merumahkan 1.100 karyawan. Kini, tambahan 900 posisi dipangkas, membuat situasi semakin mengkhawatirkan.

Niccol menegaskan, strategi restrukturisasi bertujuan membuat operasional perusahaan lebih ramping, efisien, dan adaptif.

“Kami menyederhanakan struktur dengan menghilangkan duplikasi, menciptakan tim yang lebih kecil, gesit, dan berorientasi hasil,” tulis Niccol, dikutip dari Reuters, Selasa (25/2/2025).