Langkah itu menyusul pengakuan dari Australia, Inggris, Kanada, dan Portugal pada 21 September, sehingga total 147 negara kini telah mengakui Palestina.
El Herfi menyebut pengakuan Inggris sebagai momen bersejarah karena dianggap memperbaiki kesalahan masa lalu terkait berdirinya Israel.
BACA JUGA: Prabowo Tiba di Ottawa untuk Teken Perjanjian Dagang Indonesia–Kanada
Ia menilai dukungan internasional ini menjadi tonggak penting bagi rakyat Palestina di tengah operasi militer Israel di Gaza dan ekspansi permukiman di Tepi Barat.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan penolakannya terhadap berdirinya negara Palestina di wilayah barat Sungai Yordan.
Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel, konflik terus meningkat. Israel meluncurkan Operasi Iron Swords, melakukan blokade penuh terhadap Gaza, dan melancarkan serangan militer.










