JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Misteri kejahatan perbankan terbesar tahun ini makin menyeramkan. Fakta baru mengungkap bahwa kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta (37) ternyata berkaitan erat dengan skema pembobolan rekening dormant bernilai fantastis: Rp 204 miliar!
Lebih mengejutkan, aksi ini bukan digerakkan oleh pelaku tunggal, melainkan sindikat lintas profesi: ada bankir yang paham sistem internal bank, konsultan hukum yang mengatur strategi, hingga dua prajurit TNI yang ikut masuk dalam lingkaran gelap tersebut.
# Baca Juga :Viral “Tepuk Sakinah”! Kemenag Ungkap Makna Yel-yel Unik Calon Pengantin
# Baca Juga :BREAKING NEWS! Polri Mutasi 60 Perwira, Irjen Ramdani Hidayat Resmi Nahkodai Korps Brimob
# Baca Juga :Miris! RI Catat 11 Ribu Kasus Kanker Anak per Tahun, YKAKI Desak Percepatan Survival Rate
# Baca Juga :Geger! Starbucks Umumkan Penutupan Gerai & PHK Massal, 900 Pekerja Terancam
Dalang Sindikat: Bankir Licik dan Konsultan Hukum Licin
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Helfi Assegaf, menegaskan bahwa dua tersangka utama—Candy alias Ken (41) dan Dwi Hartono (40)—memainkan peran ganda.
“Dari sembilan pelaku awal, dua di antaranya yakni C alias K dan DH adalah otak pembobolan rekening dormant, sekaligus pelaku penculikan terhadap Kacab bank BUMN,” tegas Helfi.
Candy menyamar sebagai anggota Satgas Perampasan Aset untuk memperdaya korban, sementara Dwi Hartono bertugas membuka blokir rekening dan memindahkan dana beku.
Jejak Dana Berujung Nyawa
Awal Juni 2025, Candy dan Dwi menggelar pertemuan dengan pejabat bank di Jawa Barat untuk merancang pemindahan dana dari rekening dormant. Tapi rencana itu menemui jalan buntu: mereka butuh otoritas dari Ilham, sang kepala cabang.
Solusi keji pun dipilih: penculikan.
Ilham dijadikan target agar sindikat bisa menguasai akses sistem bank.
Rantai Panjang Konspirasi
Penyelidikan Polda Metro Jaya membongkar: 18 orang terlibat. Rinciannya:
15 warga sipil
2 prajurit Kopassus
1 orang sipil masih buron
Dalang utama: Candy, Dwi Hartono, AAM alias A (38), dan JP (40).







