Viral “Tepuk Sakinah”! Kemenag Ungkap Makna Yel-yel Unik Calon Pengantin

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Jagat maya tengah heboh dengan fenomena “Tepuk Sakinah”, sebuah yel-yel khas yang kini viral di media sosial. Bukan sekadar hiburan, gerakan ini ternyata punya makna mendalam: membekali calon pengantin dengan nilai-nilai keluarga sakinah.

Yel-yel ini diperkenalkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Tujuannya, agar calon pengantin (catin) bisa lebih mudah mengingat pesan moral tentang rumah tangga yang kokoh, harmonis, dan penuh kasih.

# Baca Juga :BREAKING NEWS! Polri Mutasi 60 Perwira, Irjen Ramdani Hidayat Resmi Nahkodai Korps Brimob

# Baca Juga :Miris! RI Catat 11 Ribu Kasus Kanker Anak per Tahun, YKAKI Desak Percepatan Survival Rate

# Baca Juga :Geger! Starbucks Umumkan Penutupan Gerai & PHK Massal, 900 Pekerja Terancam

# Baca Juga :Carlo Ancelotti Bongkar Luka Lama: “Pemecatan Bayern Paling Kejam Sepanjang Karier Saya!”

“Melalui Tepuk Sakinah, pilar keluarga sakinah lebih mudah diingat, dan suasana pembekalan jadi lebih hidup,” jelas Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, di Jakarta, Kamis (25/9/2025).

Apa Itu Tepuk Sakinah?

“Tepuk Sakinah” memadukan gerakan tepuk tangan dengan syair sederhana. Format yang ringan ini membuat peserta Bimwin cepat menghafal lima pilar keluarga sakinah, yaitu:

Zawaj → berpasangan

Mitsaqan Ghalizan → janji kokoh

Mu’asyarah Bil Ma’ruf → saling cinta, hormat, menjaga, dan berbuat baik

Musyawarah → membangun keputusan bersama

Taradhin → saling ridha

Menurut Abu, gerakan ini bukan sekadar gimmick. Pesan simbolisnya adalah: ketika konflik muncul, pasangan bisa kembali mengingat dasar-dasar sakinah untuk mencairkan suasana.

Bukan Sekadar Yel-yel

Kemenag menegaskan, fondasi keluarga sakinah dibangun atas prinsip keadilan, keseimbangan, kesalingan, serta bebas dari diskriminasi dan kekerasan. Semua itu harus dirawat dengan kasih sayang dan moderasi beragama.

Selain yel-yel, materi Bimwin juga meliputi:

Psikologi keluarga

Keuangan rumah tangga

Kesehatan reproduksi

Persiapan membangun generasi berkualitas