KALIMANTANLIVE.COM – Drama kembali terjadi di MotoGP Jepang 2025! Alex Marquez, pembalap BK8 Gresini Racing, harus menelan kenyataan pahit setelah hari pertama di Mobility Resort Motegi berjalan jauh dari ekspektasi. Rider Ducati Desmosedici GP24 itu menyebut performanya sebagai sebuah “bencana” karena gagal tampil kompetitif di sesi latihan, Jumat (26/9/2025).
Alex Marquez Terpuruk, Gagal ke Q2
#baca juga:Skenario Marc Marquez Kunci Juara Dunia MotoGP 2025 di Motegi: Tinggal Tunggu Waktu!
#baca juga:Alex Marquez Resmi Dapat Dukungan Motor Pabrikan Ducati di MotoGP 2026
#baca juga:MotoGP San Marino: Marc Marquez Bawa Ducati Lenovo Raih Kemenangan Gemilang
#baca juga:Alex Marquez Menangi MotoGP Catalunya 2025, Hentikan Dominasi Marc
Alex hanya mampu menempati posisi ke-15 di latihan bebas gabungan, membuatnya untuk pertama kali musim ini gagal lolos langsung ke kualifikasi 2 yang hanya diisi 10 besar rider tercepat.
“Pagi ini benar-benar bencana. Siang lebih baik, tapi tetap saja banyak kendala,” ungkap Alex. Ia bahkan hampir terjatuh saat melakukan time attack dan juga terganggu bendera kuning.
Masalah utama datang dari ban depan Desmosedici GP24 yang sulit dikendalikan. “Saya tidak bisa menghentikan motor, padahal Motegi menuntut pengereman keras,” tambahnya.
Bayang-Bayang Marc dan Ancaman Gelar
Situasi ini membuat peluang Alex semakin berat dalam perburuan gelar juara dunia. Kakaknya sekaligus rival utama, Marc Marquez (Ducati Lenovo), hanya butuh menambah 3 poin lagi untuk mengunci gelar di Motegi.
Marc sendiri sempat kesulitan, tapi masih mampu menembus tiga besar latihan. Bagi Alex, podium kini jadi harga mati, sekaligus harus finis di depan kakaknya untuk menunda pesta juara.
Masalah Lama Pecco, Kini ke Alex
Uniknya, problem ban depan yang kini dialami Alex mirip dengan krisis Francesco “Pecco” Bagnaia musim ini bersama Ducati GP25. Bedanya, Bagnaia justru tampil kompetitif di Motegi.
Setelah memuncaki sesi pertama, Bagnaia finis peringkat ketujuh di sesi kedua. “Saya merasa bisa mengerem lebih keras dibanding tahun lalu. Rasanya lebih baik,” kata murid Valentino Rossi itu.
Meski begitu, Pecco enggan terlalu percaya diri. “Target saya hanya masuk lima besar, termasuk di kualifikasi,” ucapnya.







