NEW YORK, Kalimantanlive.com – Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengungkapkan kondisi memprihatinkan di Jalur Gaza, di mana satu dari tiga anak tidak makan sama sekali dalam 24 jam terakhir.
Laporan ini dirilis pada Jumat (26/9/2025) menyusul hasil penilaian cepat yang dilakukan Komite Penyelamatan Internasional.
BACA JUGA: Warga Gaza Terjebak Dikepung Tank Israel, Korban Tewas Tembus 65 Ribu Jiwa
UNRWA menyebut kelangkaan pangan di Gaza kian parah akibat blokade Israel yang telah berlangsung lama.
Situasi ini membuat banyak keluarga terpaksa bertahan hidup dalam kekurangan, bahkan mendorong sebagian anak bekerja atau mengemis demi bertahan hidup.
Selain ancaman kelaparan, UNRWA menyoroti dampak psikologis dan fisik yang dialami anak-anak Gaza.
Kondisi perang berkepanjangan, trauma, serta gizi buruk dinilai menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan, keselamatan, hingga perkembangan mereka di masa depan.
“Tanpa aksi sigap dari komunitas internasional, krisis kemanusiaan ini akan semakin memburuk,” tegas UNRWA. Badan PBB itu kembali menyerukan gencatan senjata segera di Gaza untuk melindungi anak-anak dan kelompok rentan, sekaligus membuka jalan bagi bantuan kemanusiaan yang lebih luas.
Sumber: Antaranews.com







