Armada Global Sumud Flotilla Dekati Pesisir Utara Mesir, Tinggal 399 Mil Laut dari Gaza

Sejak 2 Maret 2024, Israel menutup total semua jalur masuk ke Gaza, termasuk untuk bantuan makanan dan obat-obatan.
Penutupan tersebut memperburuk kondisi kelaparan dan penyebaran penyakit di wilayah tersebut. Bantuan yang masuk secara terbatas pun kerap dijarah oleh kelompok bersenjata, yang menurut otoritas Gaza dilindungi oleh Israel.

Israel memiliki sejarah panjang dalam mencegat kapal-kapal bantuan menuju Gaza, termasuk menyita kapal dan mendeportasi para aktivis. Tindakan tersebut kerap dikritik sebagai bentuk pembajakan.

Sejak Oktober 2023, militer Zionis Israel telah menewaskan lebih dari 66.000 warga Palestina di Gaza, sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak. Serangan terus-menerus tersebut telah membuat Gaza nyaris tidak layak huni.

Kalimantanlive.com/berbagai sumber

News Feed