Ratusan Pegawai Non-database Pemkab Kotim Belum Bisa Diakomudir untuk Pengangkatan PPPK, Nasibnya Tergantung Pusat

SAMPIT, Kalimantanlive.com – Ratusan orang pegawai atau kelompok pegawai non-ASN yang ada di Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah masih belum masuk dalam database tahun 2022.

Akibatnya, nasib mereka sangat tergantung dari keputusan dari pemerintah pusat, karena belum masuk dalam databade di pusat.

Bukan hanya itu, jika hingga akhir Desember 2025 belum ada keputusan baru dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atau Kemenpan RB

Secara otomatis kontrak kerja mereka akan berakhir sesuai dengan waktu yang ditentukan untuk pegawai non ASN yang tidak masuk dalam database.

Hal itu diungkapkan, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kotawaringin Timur atau Kepala BKPSDM Kotim, Khamarudin Makalepu.

Dia menegaskan, nasib tenaga non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN) di lingkungan Pemkab Kotim sangat bergantung pada kebijakan pemerintah pusat.

Bukan hanya itu kata dia, nasib tenaga atau pegawai yang sebelumnya memilih mengikuti seleksi CPNS, bukan PPPK ini juga tergantung dari keputusan pusat.

Baca Juga :MTQ dan Festival Seni Qasidah ke-56 Sampit, Bupati Halikinnor Sebut Peserta Terbaik Wakili Kotim di Tingkat Provinsi Kalteng

“Masa kerja mereka sesuai kontrak secara otomaits akan berakhir pada akhir Bulan Desember 2025 nanti, sehingga kita tunggu keputusan pusat nanti seperti apa,” ujarnya, kemarin.

Baca Juga :1.891 Tekon Kabupaten Kotim Lolos Seleksi, Tak Lengkapi Berkas Administrasi Dianggap Mengundurkan Diri

Infomasi BKPSDM Kotim, tenaga Non-ASN yang tidak masuk database mencapa ratusan orang atau sekitar 200 an-orang.

Sebanyak, 133 orang adalah non-database, sementara sisanya adalah tenaga yang sebelumnya memilih jalur tes CPNS.

Dikatakan Kepala BKPSDM Kotim ini, sebagian besar tenaga non-database masih bisa ikut tes PPPK paruh waktu.

“Sedangkan yang kemarin memilih ikut jalur CPNS tidak terakomodir. Jumlahnya diperkirakan mencapai 100 orang lebih,” ungkapnya.