“Penilaian tidak hanya melihat dokumen, tapi juga implementasi nyata. Misalnya, apakah masyarakat sudah bebas buang air sembarangan, atau bagaimana pengelolaan sampah dilakukan. Hal-hal sederhana justru mencerminkan budaya hidup sehat yang sesungguhnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, Yandi Nor Jaya, melaporkan bahwa hasil Riset Kesehatan Dasar 2023 menunjukkan peningkatan kasus hipertensi dan diabetes di masyarakat.
Namun sebagian besar faktor risiko tersebut dapat dicegah melalui pembiasaan pola hidup sehat, sehingga Germas menjadi strategi vital dalam menjaga produktivitas penduduk.
Pemkab Tanah Bumbu berharap evaluasi ini menjadi momentum untuk memperkuat peran seluruh SKPD, lembaga vertikal, hingga keluarga dalam menerapkan Germas secara konsisten.
“Kami ingin Tanah Bumbu tidak hanya dinilai sebagai pelopor, tetapi sebagai kabupaten teladan Germas di Kalimantan Selatan,” tutup Yandi.
Kalimantanlive.com/desy







