TRAGEDI SIDOARJO! Ponpes 3 Lantai Ambruk Saat Pengecoran, 84 Santri Dievakuasi, 1 Tewas Tertimpa Beton

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Duka mendalam menyelimuti dunia pendidikan pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur. Bangunan tiga lantai Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Desa Buduran mendadak ambruk saat proses pengecoran terakhir, Senin (30/9/2025). Ratusan santri berhamburan menyelamatkan diri, puluhan luka-luka, dan seorang santri kecil meregang nyawa.

84 Santri Jadi Korban, 1 Meninggal Dunia

# Baca Juga :ambrukHarga Emas Antam Ambruk! 24 Karat Turun ke Rp 2,09 Juta per Gram

# Baca Juga :Bangunan Ambruk Saat Peringatan Maulid di Bogor, Tiga Orang Tewas

# Baca Juga :Titian Jalan Kampung Hijau Ambruk, PAM Bandarmasih Gerak Cepat Perbaiki Pipa dan Salurkan Air Bersih

# Baca Juga :Titian Akses Warga Kampung Hijau Ambruk, Puluhan Rumah Terisolasi

Kapolsek Buduran mencatat, sebanyak 84 santri berhasil dievakuasi dari lokasi. Mereka kini dirawat di tiga rumah sakit berbeda: RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya.

RSUD Sidoarjo: 34 korban (26 luka ringan, 8 luka berat).

RSI Siti Hajar: 45 korban, termasuk Alfian Ibrahim (11), santri asal Bangkalan yang meninggal dunia.

RS Delta Surya: 4 korban luka.

Pihak rumah sakit menyebut, sebagian korban sudah diperbolehkan pulang, namun proses evakuasi masih berlangsung karena diduga ada santri yang masih terjebak dalam reruntuhan.

Kesaksian Menggetarkan: “Atap Itu Jatuh ke Muka Saya”

Seorang santri selamat, Muhammad Rijalul Qoib (13), masih syok saat menceritakan detik-detik bangunan runtuh. Ia menyebut musibah terjadi karena pengecoran dilakukan langsung penuh di bagian paling atas.

“Awalnya ada truk ngecor, langsung full di bagian atas, nggak bertahap. Terus tiba-tiba runtuh, yang paling parah di tengah,” ungkap Rijalul.

Saat kejadian, ratusan santri sedang bersiap salat Asar di lantai pertama. Suara batu jatuh terdengar makin keras sebelum akhirnya lantai ambruk.

“Saya mau lari ke tempat wudu, tapi atap kena muka saya. Untung ada celah, terus ada orang yang bilang lewat sini. Jadi saya bisa keluar,” katanya dengan wajah penuh luka.

Rijalul masih belum tahu nasib teman-temannya. Orang tuanya pun belum mendapat kabar lengkap terkait kondisi dirinya.