BREAKING NEWS! Gempa Dahsyat Guncang Filipina: 26 Tewas, 147 Luka, Puluhan Bangunan Rata dengan Tanah

MANILA, KALIMANTANLIVE.COM – Bencana mengguncang Filipina. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,9 melanda Pulau Cebu, Selasa (30/9/2025) malam, menewaskan sedikitnya 26 orang dan melukai 147 orang lainnya.

Menurut laporan Dewan Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nasional (NDRRMC), getaran dahsyat itu juga merusak sedikitnya 22 bangunan.

# Baca Juga :Mencekam! 91 Santri Diduga Masih Tertimbun Reruntuhan Ponpes Al Khozyni Sidoarjo, Enam Ditemukan Masih Hidup

# Baca Juga :SUGA BTS Sumbang Rp 56 Miliar! Dirikan Pusat Terapi Autisme “Min Yoon Gi Treatment Center” di Seoul

# Baca Juga :Detik Mencekam Ponpes Al Khoziny: Santri Terjebak di Reruntuhan, Ketukan Beton Jadi Tanda Masih Hidup

# Baca Juga :WASPADA! Hujan Ringan dan Berawan, Prakiraan Cuaca Kalsel & Kalteng Rabu 1 Oktober 2025!

Gempa terjadi pada pukul 21.59 waktu setempat dengan pusat gempa berada di lepas pantai utara Cebu, dekat Kota Bogo yang berpenduduk sekitar 90 ribu jiwa, berdasarkan data US Geological Survey (USGS).

“Jumlah korban masih bisa bertambah karena proses evakuasi masih berlangsung. Ada kemungkinan warga terjebak di reruntuhan,” ujar pejabat penyelamat provinsi Cebu, Wilson Ramos.

Suasana Panik Terekam Kamera

Sejumlah rekaman warga yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik mencekam. Sebuah gereja Katolik tua di Pulau Bantayan terlihat berguncang hebat sebelum menara loncengnya runtuh menimpa halaman.

Stasiun televisi lokal juga menayangkan suasana panik di Jembatan Cebu. Warga yang sedang melintas dengan sepeda motor terpaksa turun dan berpegangan pada pagar pembatas untuk menyelamatkan diri.

379 Gempa Susulan, Listrik Sempat Padam

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina mencatat sedikitnya 379 gempa susulan setelah lindu utama.

Guncangan kuat sempat memutus kabel listrik hingga menyebabkan pemadaman di Cebu dan pulau sekitar. Namun, National Grid Corp. Filipina mengonfirmasi pasokan listrik berhasil dipulihkan tak lama lewat tengah malam.

Seorang petugas pemadam kebakaran di Kota San Fernando, Joey Leeguid, menggambarkan betapa kerasnya guncangan.

“Loker di markas kami bergerak dari kiri ke kanan. Kami sempat pusing beberapa saat, tapi syukurlah semua selamat,” tuturnya kepada AFP.