SAMPIT, Kalimantanlive.com – Jelang pelaksanaan rotasi jabatan yang akan dilaksanakan pasangan Bupati Kotawaringin Timur, H Halikinnor dan Wakilnya Irawati banyak harapan yang muncul.
Penempatan pajabat pada posisi baru sudah selayaknya akan mampu meningkatkan kinerja aparatur sipil negara atau ASN di Lingkungan Pemkab Kotim.
Bukan hanya itu, pejabat yang menduduki posisi jabatan baru di Pemkab Kotim selayaknya yang memang dinilai mampu untuk menduduki jabatan yang diemban dan mampu menyelesaikan banyak persoalan yang ada.
Hal tersebut diungkapkan, Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rudianur, saat dimintai tanggapanya terkait rencana rotasi jabatan yang akan dilakukan oleh Bupati Kotim H Halikinnor.
Rudianur mengharapkan, dalam rotasi jabatan mendatang dinilai penting adanya kompetensi yang sehat dalam rotasi jabatan tersebut.
Dia juga berharap, pejabat yang dipilih harus mampu memberikan solusi konkret terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi di Kotim.
“ Harapan saya, nantinya pejabat yang akan di pilih punya inovasi, dan bisa menyelesaikan persoalan yang ada di daerah ini,” ujarnya, kemarin.
Rudianur mengatakan, rotasi pejabat yang akan dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN).
Dia berharap, dalam prosesnya nanti dilakukan secara tepat agar hasilnya optimal. “Ini karena masih ada jabatan strategis yang diisi orang di luar keahlian bidangnya,” ungkapnya.
Tentu lanjut dia, hal tersebut akan membawa dampak pada penumpukan masalah.”Ini seperti yang terjadi pada masalah pertanahan maupun perkebunan,” terangnya.
Akibatnya, kerap terjadi salah dalam penfsiran aturan. ” Akhirnya terjadi konflik sosial di masyarakat. hal seperti ini harus dihindari,” pintanya.
Sebelumnya, Bupati Kotim H Halikinnor menegaskan rotasi pejabat tersebut rencannya Bulan Agustus, namun biasanya dalam bulan tersebut banyak kegiatan.
Sehingga, jika Bulan Agustus banyak kegiatan akan digelar awal September 2025 .” Tunggu saja semoga tidak ada kendala,” ujarnya lagi.
Dia menjelaskan, proses penempatan pejabat tersebut, sudah melalui tahapan job fit dalam memastikan kecocokan antara jabatan dengan kompetensi pegawai yang bersangkutan.
Halikinnor menegaskan, rotasi pejabat yang akan dilakukannya merupakan upaya penyegaran saja, sehingga dalam bekerja bisa lebih optimal.







