Selain itu, Kemenkes berencana mengadakan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2026, dengan fokus khusus untuk menilai progres MBG secara nasional.
Budi menegaskan, keberhasilan perbaikan gizi dapat menekan hingga 50 persen masalah kesehatan, seperti stunting, kematian ibu dan anak, serta kelainan bawaan.
BACA JUGA: Rupiah Menguat Usai Data Inflasi AS Sesuai Ekspektasi
“Banyak masalah kesehatan di hilir bisa dicegah jika hulunya, yakni gizi, beres. Sama halnya dengan lingkungan, sanitasi, dan polusi,” tambahnya.
Untuk memperkuat program ini, Kemenkes akan mengerahkan sekitar 9.000 tenaga gizi dan 8.800 sanitarian di seluruh kabupaten/kota.
Mereka ditugaskan membantu BGN, termasuk memantau dapur penyedia makanan dan kualitas bahan pangan.







