JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kabar mengejutkan datang dari dunia penyiaran tanah air. Televisi Republik Indonesia (TVRI) resmi digadang-gadang bakal memegang hak siar eksklusif Piala Dunia 2026, ajang sepak bola paling bergengsi sejagat.
Turnamen akbar ini akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara sekaligus: Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Istimewanya, edisi kali ini bakal melibatkan 48 negara peserta—rekor terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
# Baca Juga :Geger! Cucu Mahfud MD Jadi Korban Keracunan MBG di Yogyakarta, Satu Dirawat di RS
# Baca Juga :BMKG Ungkap Rahasia Hujan Kembali Guyur Indonesia: Siklon Tropis Menghilang, Musim Basah Datang!
# Baca Juga :Harga Emas Pegadaian 1 Oktober 2025 Melejit! Galeri24 & Antam Kompak Naik, UBS Malah Terjun Bebas
# Baca Juga :BREAKING NEWS! Gempa Dahsyat Guncang Filipina: 26 Tewas, 147 Luka, Puluhan Bangunan Rata dengan Tanah
Bagi publik Indonesia, kabar ini menjadi semakin menarik. Pasalnya, TVRI memastikan seluruh laga akan disiarkan gratis. Artinya, masyarakat bisa menyaksikan pesta sepak bola dunia tanpa harus merogoh kocek tambahan, bahkan bisa menggelar nonton bareng (nobar) di berbagai daerah.
Namun, di balik euforia tersebut, ada catatan penting. Anggota Komisi VII DPR, Hendry Munief, memberi apresiasi sekaligus peringatan keras.
“Kami ucapkan selamat buat TVRI yang berhasil mendapatkan hak siar Piala Dunia 2026. Tapi TVRI juga harus membenahi kualitas siarannya. Pemancar, studio, dan teknologi yang sudah berumur perlu segera diperbarui,” tegas Hendry, dilansir dari Antara.
Ia menekankan, semakin baik kualitas siaran TVRI, semakin puas pula masyarakat dalam menikmati pertandingan kelas dunia tersebut.
Sementara itu, Timnas Indonesia juga tengah berjuang menorehkan sejarah. Di bawah asuhan pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert, Skuad Garuda bakal menghadapi babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada Oktober mendatang.










