Dengan komposisi 53 kursi di Senat, Partai Republik membutuhkan dukungan tujuh anggota Demokrat untuk meloloskan RUU. Namun, resolusi berkelanjutan yang diajukan tetap gagal menembus ambang 60 suara.
Mantan Presiden Donald Trump bahkan mengancam akan memberhentikan banyak pegawai jika penutupan terjadi, sembari menyalahkan Partai Demokrat atas kebuntuan negosiasi.
BACA JUGA: Indonesia Intensifkan Komunikasi dengan AS soal Udang Tercemar Radioaktif
Rully menambahkan, dalam jangka pendek, penutupan pemerintah AS bisa menunda publikasi data tenaga kerja yang menjadi acuan kebijakan bunga The Fed.
“Dalam jangka menengah hingga panjang, kondisi ini akan menekan indeks dolar dan membuka ruang penguatan rupiah,” jelasnya.
Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga menanti rilis inflasi September dan neraca perdagangan Indonesia.







