Shutdown Pemerintah AS Menghantui, Rupiah Diproyeksi Menguat Tipis

Kalimantanlive.com – Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak menguat terbatas seiring ancaman shutdown pemerintah federal Amerika Serikat (AS) yang semakin dekat.

“Rupiah hari ini diprediksi menguat di kisaran Rp16.620–Rp16.670 dipengaruhi tren penurunan indeks dolar global terkait shutdown pemerintah AS yang dimulai tengah malam waktu setempat,” ujar Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, kepada ANTARA di Jakarta, Rabu (1/10).

BACA JUGA: Pemerintah Himpun Rp7 Triliun dari Lelang Sukuk, Penawaran Tembus Rp38 Triliun

Shutdown dipastikan terjadi setelah Senat AS gagal meloloskan RUU belanja jangka pendek pada Selasa (30/9) malam. Penutupan ini akan menjadi yang pertama dalam hampir tujuh tahun.

Kebuntuan dipicu perdebatan panjang mengenai tunjangan kesehatan. Partai Demokrat mendesak perpanjangan subsidi layanan kesehatan dalam Undang-Undang Perawatan Terjangkau, termasuk cakupan bagi imigran sah, pengungsi, dan pencari suaka.

Sementara Partai Republik menolak langkah itu dan hanya ingin mempertahankan pendanaan sementara.