Kebakaran Dahsyat Lahap Hunian Pekerja IKN – 700 Pekerja Dievakuasi, Api Padam Setelah 1,5 Jam

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Di tengah gegap gempita pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang digadang sebagai simbol Indonesia Emas 2045, musibah kebakaran besar mengguncang kawasan hunian pekerja konstruksi.

Pada Rabu (1/10/2025) sore, Tower 14 Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) 1 di Desa Bumi Harapan, Sepaku, Penajam Paser Utara, dilalap si jago merah. Lantaran berbahan modular prefabrikasi yang mudah terbakar, api cepat merambat ke beberapa lantai.

# Baca Juga :BREAKING NEWS! PSSI Panggil 32 Pemain ke TC Timnas U22 SEA Games 2025, Ada Ivar Jenner hingga Dion Markx

# Baca Juga :Kilang Pertamina Dumai Terbakar, Api Cepat Padam, Operasional Aman dan Tak Ada Korban Jiwa

# Baca Juga :VIRAL! Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Gibran dengan Foto Hitam Putih

# Baca Juga :BREAKING NEWS! BMKG Ungkap Cuaca Ekstrem Hantui Kalsel & Kalteng Kamis, 2 Oktober 2025

Meski tak ada korban jiwa, sebanyak 700 pekerja terpaksa dievakuasi dan direlokasi ke hunian lain.

Kronologi Kebakaran IKN

17.00 WITA: Api pertama kali terdeteksi di lantai 4 Tower 14 HPK 1.

17.30 WITA: Api makin membesar, terlihat dari kejauhan, asap pekat membubung ke langit. Video warga yang viral di media sosial memperlihatkan kobaran api disertai letupan kecil.

17.30–19.00 WITA: Sebanyak 7 mobil pemadam, 8 tangki suplai air, dan total 15 unit darurat dikerahkan dari 5 posko Damkar terdekat.

19.00 WITA: Api berhasil dipadamkan sepenuhnya, tim melakukan pendinginan untuk mencegah bara hidup kembali.

Saat kejadian, para pekerja masih berada di proyek utama pembangunan infrastruktur inti IKN, sehingga tower relatif kosong.

Evakuasi & Relokasi

Menurut Troy Pantouw, Juru Bicara Otorita IKN, seluruh pekerja terdampak telah terdata dan kini dipindahkan ke tower hunian lain.

“Ada 700 pekerja yang direlokasi. Kami pastikan proyek tetap berjalan sesuai target,” tegasnya.

Investigasi & Pelajaran Penting

Spekulasi penyebab kebakaran mulai bermunculan, dari dugaan korsleting listrik hingga kelalaian teknis. Namun, Otorita IKN memastikan penyelidikan resmi masih berlangsung.