Kalimantanlive.com – Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance memperingatkan bahwa penutupan pemerintahan (government shutdown) yang berlangsung lama dapat memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
“Jika hal ini berlarut-larut selama beberapa hari atau pekan ke depan, kami harus memberhentikan orang-orang,” kata Vance dalam konferensi pers di Gedung Putih, Rabu (1/10).
BACA JUGA: Oman Larang Impor Air Kemasan Iran Usai Insiden Keracunan, Dua Orang Meninggal
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menambahkan bahwa PHK berpotensi terjadi dalam waktu dekat jika kebuntuan anggaran tidak segera diselesaikan.
Dalam shutdown sebelumnya, pegawai federal yang dianggap esensial tetap bekerja, sementara ratusan ribu pegawai lainnya terpaksa cuti tanpa bayaran, meski biasanya mereka menerima gaji retroaktif setelah pemerintahan kembali berjalan.








