Data DLH menunjukkan, dari total 435 unit Bank Sampah yang ada di Kota Banjarmasin, kurang dari 200 unit yang masih aktif beroperasi. Melalui gerakan reaktivasi ini, Pemkot Banjarmasin melakukan inventarisasi serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pengelola di lapangan.
“Keberadaan Bank Sampah akan memudahkan masyarakat menerapkan sistem 3R. Sebagai penghasil sampah, kita juga bertanggung jawab terhadap pengelolaannya. Mari ubah perilaku dengan literasi baru: Sampah Tanggung Jawabku,” tegas Wali Kota.
Lebih jauh, Wali Kota Yamin menargetkan melalui gerakan ini, lebih dari 200 unit Bank Sampah di Banjarmasin dapat kembali aktif secara bertahap sehingga mempercepat pengurangan volume sampah di Kota Banjarmasin.
Sumber: Diskominfo Banjarmasin







