SAMPIT, Kalimantanlive.com – Seringnya terjadi serangan buaya terhadap manusia terutama warga yang tinggal di bantaran Sungai Mentaya menjadi perhatian Anggota DPRD Kotim.
Anggota Komisi II DPRD Kotim, Zainuddin mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di pinggir Sungai Mentaya karena seringnya terjadi serangan buaya.
Masyarakat diminta lebih waspada, karena warga yang beraktifitas di Sungai Mentaya sering menjadi korban serangan buaya.
Apalagi, warga yang tinggal di pinggiran sungai sekitar di Desa Hanaut, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng.
Karena dilokasi tersebut merupakan habitat buaya yang selama ini sering mereskan masyarakat setempat, karena sering terjadi serangan buaya.
“Kami meminta masyarakat yang bermukim di kawasan pinggir Sungai Mentaya berhati-hati terkait seringnya terjadi serangan buaya ini,” terangnya, kemarin.
Dia meminta masyarakat untuk menghindari mandi, mencuci, dan beraktivitas lainnya di tepi Sungai Mentaya, karena sudah sering terjadi serangan buaya terhadap manusia.
Dia mengungkapkan, selama ini terjadi kemunculan buaya tak hanya pada Sungai Mentaya saja, tetapi juga termasuk pada anak sungai.
Baca Juga :Bupati Halikinnor Akan Pindahkan Gedung DPRD Kotim ke Jalan Lingkar Luar Sampit
Baca Juga :Rimbun Sepakat Soal Pembangunan Gedung Baru DPRD Kotim di Jalan Lingkar Utara Sampit
Parahnya lagi, buaya kerap muncul di sungai atau anak sungai yang dekat dengan pemukiman warga, sehingga ini patut diwaspadai.
“Beberapa kali buaya masuk di kawasan sungai kecil dekat pemukiman warga, tentu sangat berbahaya bagi masyarakat,” jelas Anggota Komisi II DPRD Kotim ini.







