Kalimantanlive.com – Lebih dari 1.200 keluarga di Kota Bahri, Negara Bagian Khartoum, Sudan, terpaksa mengungsi akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut, menurut laporan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) pada Minggu (5/10).
Dalam pernyataannya, badan PBB itu menyebut banjir telah menghancurkan sedikitnya lima rumah dan merusak sebagian besar rumah lainnya.
Banyak warga juga memilih meninggalkan daerah terdampak untuk mengantisipasi potensi banjir susulan. Para pengungsi kini mencari perlindungan di lingkungan sekitar yang dinilai lebih aman.
IOM menambahkan, peningkatan debit air Sungai Nil dan anak-anak sungainya — termasuk Sungai Nil Putih yang mengalir dari Danau Victoria dan Sungai Nil Biru dari dataran tinggi Ethiopia — menjadi penyebab utama meluasnya genangan di sejumlah wilayah Sudan.







