CIREBON, KALIMANTANLIVE.COM – Malam Minggu warga Cirebon mendadak geger! Sebuah cahaya terang melesat di langit dan diikuti dentuman keras yang membuat banyak orang panik. Benda bercahaya yang diduga meteor jatuh itu terlihat di sekitar ruas Tol Ciperna, Jawa Barat, pada Minggu malam (5/10/2025).
Beberapa video amatir yang viral di TikTok dan Instagram memperlihatkan kobaran api membumbung tinggi di area yang diduga menjadi lokasi jatuhnya benda misterius tersebut. Suasana sekitar Tol Ciperna tampak mencekam, sementara kendaraan di jalur tol masih melintas dengan kecepatan sedang.
# Baca Juga :Kenalkan Aplikasi Si-Anang, BPBD Kalsel Imbau Warga Lebih Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi
# Baca Juga :INFO Cuaca Sabtu 24 Agustus 2024, BMKG: Kalsel Berstatus Waspada Bencana Hidrometeorologi
# Baca Juga :Info Cuaca Senin 1 April 2024, BMKG: Terdampak Hujan Lebat, Provinsi Ini Waspada Bencana Hidrometeorologi
# Baca Juga :Hari Ini Hujan Meteor Perseid, Melihatnya Ternyata Tidak Perlu Bantuan Alat
Salah satu video viral diunggah akun Instagram @topjabar.co, dengan narasi:
“Diduga meteor mendarat di dekat area Tol Ciperna, Minggu malam. Sebelumnya ramai cahaya terang terlihat dari langit kawasan Cirebon, Jawa Barat.”
Unggahan serupa datang dari @bogordailynews, yang menulis:
“Warga di kawasan Cirebon dikejutkan cahaya terang di langit, Minggu malam, 5 Oktober 2025. Diduga meteor jatuh di dekat area Tol Ciperna.”
Tak hanya cahaya dan api, sejumlah warga juga melaporkan suara ledakan keras yang terdengar hingga beberapa kilometer.
“Tadi ge asa ngadenge suara ngadentum kitu, teuing bener eta suara meteor, nepi ka Bogor keneh kedengarna,” tulis akun @bunda-ql di kolom komentar.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang, baik dari BMKG maupun BRIN, mengenai asal-usul cahaya terang dan kebakaran yang terjadi di sekitar lokasi.
Fenomena ini sontak mengingatkan publik pada peristiwa serupa yang pernah mengguncang Cirebon pada 18 Agustus 2010, ketika warga melaporkan adanya benda langit jatuh di Terasana Baru, Babakan. Kala itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyatakan bahwa benda tersebut bukan bagian dari hujan meteor Perseid, melainkan serpihan benda antariksa yang terbakar di atmosfer.









