SYDNEY, KALIMANTANLIVE.COM – Kota Sydney berubah jadi lautan kepanikan pada Minggu malam (5/10/2025), ketika seorang pria diduga menembakkan lebih dari seratus peluru ke arah jalan yang tengah ramai. Suara rentetan tembakan memecah keheningan malam dan membuat warga berhamburan menyelamatkan diri.
Sedikitnya 20 orang terluka, satu di antaranya mengalami luka serius akibat tembakan langsung. Polisi New South Wales (NSW) memastikan pada Senin (6/10/2025) bahwa insiden ini tidak terkait dengan aksi terorisme maupun perang antar geng, namun penyelidikan intensif masih terus berlangsung.
# Baca Juga :Penembakan di Gereja Katolik Minneapolis, 2 Anak Tewas dan 17 Luka-luka
# Baca Juga :Bangkok Gempar! Penembakan Massal di Pasar Or Tor Kor Tewaskan 6 Orang, Pelakunya Lakukan Ini
# Baca Juga :Kopda Bazarsah Dituntut Hukuman Mati atas Penembakan Tiga Polisi di Way Kanan
# Baca Juga :Penembakan di Benua Lawas Tala Tewaskan Satu Orang, Ini Kronologi dan Latar Belakangnya
Menurut laporan kepolisian, penembakan terjadi di kawasan Inner West, Sydney, ketika pelaku menembak secara acak ke arah mobil yang melintas dan bahkan menargetkan aparat keamanan yang berada di lokasi.
“Kaca depan mobil tiba-tiba pecah, halte bus juga hancur… semuanya terasa seperti mimpi buruk,”
ungkap Joe Azar, saksi mata yang bekerja di gedung seberang lokasi kejadian, kepada The Sydney Morning Herald.
Aksi Brutal di Tengah Kota
Stephen Parry, perwakilan Kepolisian NSW, menyebut pelaku menembakkan antara 50 hingga 100 peluru sebelum akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh petugas yang mengepung area kejadian.
Tim khusus polisi bergerak cepat, menutup akses jalan dan menyerbu sebuah unit di atas toko tempat pelaku bersembunyi. Pria berusia 60 tahun itu akhirnya ditangkap setelah sempat terluka dalam proses penangkapan. Dua pucuk senapan berhasil disita dari lokasi.
Pelaku kini menjalani perawatan di rumah sakit dan belum dijerat dakwaan resmi. Polisi masih menggali motif di balik tindakan nekat tersebut.
Warga Trauma, Korban Berjatuhan
Satu korban dilaporkan datang sendiri ke rumah sakit dalam kondisi kritis akibat luka tembak, sementara 19 korban lain mengalami luka ringan karena serpihan logam dan pecahan kaca yang beterbangan. Sejumlah korban masih menjalani perawatan intensif.
Komisaris Polisi NSW Mal Lanyon menyebut insiden ini sebagai “peristiwa serius dan menakutkan” yang mengguncang warga Sydney.
“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Namun ini peringatan keras bahwa ancaman senjata api masih nyata,” tegasnya.
Sementara itu, seorang warga bernama Tadgh, yang sedang menonton pertandingan rugby saat kejadian, mengaku mendengar suara tembakan bertubi-tubi.







