GURU MENGAMUK DI SEKOLAH! Aniaya Siswa Hingga Berdarah, Kasus di NTT Naik ke Polisi

KUPANG, KALIMANTANLIVE.COM – Dunia pendidikan kembali tercoreng! Seorang guru SMA berinisial EP di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi dilaporkan ke Polres TTU karena diduga menganiaya siswanya sendiri hingga babak belur.

Korban adalah ELO, siswa kelas XII, yang kini harus menjalani perawatan medis akibat pukulan sang guru.

# Baca Juga :Geger di Sulut! Anggota Pecinta Alam Diduga Dianiaya Senior, DPR Desak Polisi Tindak Tegas!

# Baca Juga :Kasus Penganiayaan Antar Siswa di SDIT Ukhuwah, PN Banjarmasin Keluarkan Putusan

# Baca Juga :Pelaku Penganiayaan Mengakibatkan Korban Tewas Dibekuk Tak Lama Setelah Kejadian

# Baca Juga :Tangis 1.000 Lilin! Warga Nagekeo Tuntut Keadilan untuk Prada Lucky Namo yang Diduga Tewas Dianiaya Senior

Kronologi: Sakit Lambung, Dipaksa Sekolah, Lalu Dianiaya

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Jumat (3/10/2025) pagi.

Menurut penuturan Usu, paman korban, ELO sempat izin tidak masuk sekolah karena sakit lambung. Orangtuanya bahkan telah mengabarkan kondisi itu melalui grup WhatsApp sekolah.

Namun tak lama kemudian, guru dan pihak sekolah mengumumkan bahwa siswa kelas XII wajib datang untuk sesi foto dan les tambahan.
Meski dalam kondisi sakit, ELO tetap berangkat ke sekolah.

“Keponakan saya datang ke sekolah karena merasa takut, padahal sedang sakit,” ujar Usu, Senin (6/10/2025).

Begitu tiba di sekolah, ELO dicegat oleh petugas keamanan (satpam). Saat itu, guru EP berada di lokasi dan langsung naik pitam melihat ELO datang terlambat.

Tanpa mendengar penjelasan, EP langsung memukul korban berkali-kali di hadapan satpam.
EP disebut marah karena ELO tidak hadir di kelas pada jam pelajarannya.

“Izin yang disampaikan lewat grup tidak dibaca oleh wali kelas, jadi tidak diteruskan ke guru EP,” terang Usu.

Tak hanya memukul, EP juga menuduh korban datang ke sekolah hanya demi makan bergizi gratis (MBG) yang disediakan sekolah.

Korban Berdarah dan Dilarikan ke RS

Usai dipukul, ELO sempat dipaksa masuk ke kelas. Namun tak lama, ia jatuh lemas dan mengalami pendarahan.
Rekan-rekannya yang panik segera melapor ke kepala sekolah dan membawa ELO ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis darurat.