Perjalanan ke Negeri Tirai Bambu
Bayu memulai kariernya sebagai pelatih di Tianjin sejak 2016. Sebelumnya, ia adalah pemain klub Mutiara Cardinal Bandung.
Setelah gagal menembus pelatnas, ia beralih menjadi pelatih di Semarang. Dari sana, sebuah tawaran tak terduga datang melalui media sosial — ajakan melatih di China.
BACA JUGA: Julio Cesar Pastikan Persib Siap Tempur Lawan Bangkok United di ACL
“Awalnya saya kira cuma bercanda, tapi ternyata serius. Setelah melengkapi semua syarat, saya akhirnya berangkat ke Tianjin,” kenangnya.
Tantangan terbesar baginya adalah bahasa. Bayu datang tanpa kemampuan bahasa Mandarin, sehingga awalnya ia berkomunikasi dengan gerakan tubuh dan contoh langsung di lapangan.
“Kalau tidak bisa menjelaskan, saya tunjukkan dengan gerakan. Yang penting tekniknya benar,” ujarnya.







