Disiplin dan Ketegasan
Bayu mengakui kultur latihan di China berbeda dengan Indonesia. Ia sempat kaget ketika orang tua murid justru meminta pelatih bersikap lebih keras terhadap anak mereka.
“Awalnya saya tidak tega. Tapi di sini, ketegasan dianggap bentuk perhatian,” katanya sambil tersenyum.
BACA JUGA: Lautaro dan Esposito Antar Inter Milan Tekuk Cagliari 2-0
Kini, Bayu sudah terbiasa dengan pola latihan ketat dan disiplin tinggi. Meski demikian, ia tetap menjaga keakraban dengan murid-muridnya agar suasana latihan tidak terlalu tegang.
Anak-anak di China memiliki jadwal padat: sekolah sejak pagi, diikuti les akademik hingga sore, lalu latihan badminton antara pukul 16.00 hingga 18.00.
Orang tua mereka biasanya menunggu di pinggir lapangan, mengamati langsung proses latihan.







