UPDATE TRAGEDI Runtuhnya Mushala Ponpes Al Khoziny Tewaskan 65 Santri Polda Jatim Pastikan Usut Tuntas!

SIDOARJO, KALIMANTANLIVE.COM – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Sidoarjo. Bangunan mushala tiga lantai di area asrama putra Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny ambruk dan menimpa para santri yang sedang melaksanakan salat Ashar pada Senin sore (29/9/2025). Tragedi memilukan ini menewaskan 65 orang santri, sementara 104 lainnya berhasil selamat, sebagian masih dirawat di rumah sakit.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, memastikan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam atas ambruknya mushala tersebut. Namun, fokus utama saat ini adalah menyelesaikan proses evakuasi dan pembersihan puing bangunan.

# Baca Juga :HARU SEKALIGUS PILU! Rafi Ditemukan Wafat Dalam Sujud Sambil Peluk Teman yang Diselamatkan di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny

# Baca Juga :UPDATE Tragedi Ponpes Al Khoziny: 53 Santri Tewas, 5 Bagian Tubuh Ditemukan, Tim SAR Masih Cari 13 Korban Hilang

# Baca Juga :Evakuasi Santri Al Khoziny: Tim SAR Merayap 3 Jam di Bawah Reruntuhan

# Baca Juga :Evakuasi Korban Musala Ambruk di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Masih Berlanjut

“Kalau bicara upaya penegakan hukum, seperti yang disampaikan Bapak Kapolda, hal ini pasti akan tetap kami lakukan. Namun tentu menunggu proses pembersihan dan evakuasi seluruh korban tuntas,” tegas Kombes Abast, Senin (6/10/2025).

Ia menambahkan, setelah seluruh area dinyatakan aman dan korban berhasil dievakuasi, penyelidikan hukum akan langsung digelar untuk mencari tahu pihak yang bertanggung jawab atas kegagalan konstruksi fatal tersebut.

Tragedi ini juga mengerahkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim yang kini membuka posko di RS Bhayangkara untuk melakukan identifikasi jenazah maupun potongan tubuh korban.

“Tim DVI masih bekerja keras di lapangan. Proses identifikasi sedang berjalan agar seluruh korban bisa segera dikenali oleh pihak keluarga,” jelasnya.

PENYEBAB: GAGAL STRUKTUR, TAK KUAT MENAHAN BEBAN

Dari hasil analisa tim SAR gabungan, penyebab utama ambruknya mushala adalah kegagalan konstruksi akibat struktur bangunan tidak mampu menahan beban sesuai kapasitas. Mushala tersebut diketahui dibangun di atas area asrama putra, yang diduga mengalami penambahan lantai tanpa penguatan struktur memadai.

Bangunan itu runtuh seketika saat para santri sedang khusyuk melaksanakan salat Ashar sekitar pukul 15.00 WIB.