Aspirasi lainnya meliputi penataan gerbang utama perbatasan Kalimantan Selatan, pembangunan zona selamat sekolah (ZoSS) di kawasan padat pelajar, serta penambahan penerangan jalan umum (PJU) di Desa Bungkukan yang kerap menjadi lokasi rawan kecelakaan.
Warga juga mengusulkan pengadaan kendaraan pengangkut sampah, fasilitas olahraga, peningkatan layanan kesehatan, dan dorongan agar perusahaan lokal maupun asing di wilayah tersebut berkontribusi lebih nyata bagi masyarakat.
BACA JUGA: Mahasiswa UIN Antasari Belajar Demokrasi Lewat Simulasi Sidang di DPRD Kalsel
Isu pemekaran Kabupaten Kambatang Lima turut mengemuka dalam dialog. Meski pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium pemekaran daerah, Alpiya menegaskan bahwa semangat perjuangan tidak boleh padam.
“DPRD Kalsel, khususnya Komisi I, telah membahas dan mendukung penuh rencana ini. Walaupun masih ada moratorium, aspirasi masyarakat harus tetap diperjuangkan,” tegasnya.
Melalui reses ini, Alpiya memastikan seluruh aspirasi warga akan diteruskan ke tingkat provinsi untuk ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah.
“Tugas kami memastikan suara masyarakat perbatasan benar-benar didengar dan diperjuangkan dalam kebijakan pembangunan,” pungkasnya.
Sumber: DPRD Kalsel







