JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM — Malam di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, berubah mencekam! Seorang pria paruh baya berinisial DJJ (58) menjadi korban pengeroyokan dan penusukan brutal saat berusaha meleraikan perkelahian anaknya dengan seorang remaja.
Bukannya damai, insiden itu justru berakhir tragis ketika sang ayah ditusuk di bagian pinggang kiri hingga bersimbah darah.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, peristiwa berdarah ini terjadi pada Jumat (26/9/2025) sekitar pukul 23.30 WIB di Jalan Kawi-kawi Atas, Johar Baru.
# Baca Juga :WARGA KOMPAK BATUK-PILEK! Dokter Paru Bongkar Pemicu Utamanya: Cuaca Gila & Virus Ganda!
# Baca Juga :GEMPARKAN TEGAL! Batu Misterius Diduga METEOR Jatuh di Pekarangan Warga, Sempat Bikin Kaca Bergetar!
# Baca Juga :ULAR MAUT SUKABUMI! Panji Petualang Ungkap Dugaan di Balik Duel Mematikan Abah Ocang vs King Cobra 4 Meter!
# Baca Juga :26 PNS Pajak DIPECAT! Menteri Purbaya Geram: “Udah Nggak Bisa Diampuni Lagi!”
Keributan bermula dari pertengkaran soal ponsel yang dipinjam oleh anak korban dan tidak kunjung dikembalikan.
“Kejadian ini dipicu oleh pertengkaran soal handphone yang berujung pada tindakan kekerasan,” ujar Kombes Susatyo kepada wartawan, Rabu (8/10/2025).
Pelaku berinisial H (18) diduga kuat sebagai pemicu utama dan pelaku pemukulan, yang kemudian berkembang menjadi pengeroyokan massal.
Ayah Jadi Sasaran, Ditusuk Saat Coba Meleraikan
Saat melihat anaknya dikeroyok, DJJ mencoba menenangkan situasi. Namun bukannya diredam, massa justru balik menyerangnya.
Dalam kekacauan itu, pelaku lain berinisial T (17) disebut menusuk korban dari arah belakang, mengenai bagian pinggang kiri hingga korban mengalami luka serius.
“Kami masih memburu pelaku lain, termasuk pelaku penusukan berinisial T. Kasus ini tidak bisa ditoleransi. Kami akan proses secara hukum hingga tuntas,” tegas Kombes Susatyo.
Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful Anwar menambahkan, dua pelaku datang langsung ke rumah korban untuk mencari anak DJJ.
Bukannya menyelesaikan masalah, mereka justru terlibat adu mulut yang berubah jadi pemukulan dan pengeroyokan.
“Dua pelaku awal, H dan T, datang mencari adiknya. Setelah cekcok, mereka memukul pelapor. Tak lama, teman-teman pelaku datang dan ikut mengeroyok. Ayah korban yang mencoba melerai malah ditusuk oleh T,” jelas Saiful.







