“Pembakarannya jadi lebih bersih, tidak merusak logam dan karet, serta menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah,” tambahnya.
Meski sempat muncul isu miring mengenai etanol, Taufik menegaskan penjualan Pertamax Green justru meningkat pesat di wilayah Jawa Tengah.
Hingga kini, terdapat 14 SPBU yang menjual Pertamax Green dengan total realisasi penjualan mencapai 348 kiloliter, atau 228 persen di atas target 2025.
BACA JUGA: Pemerintah Himpun Rp7 Triliun dari Lelang Sukuk, Penawaran Tembus Rp38 Triliun
“Target awal hanya delapan outlet, tapi antusiasme masyarakat luar biasa. Kami akan menambah outlet dan volume penjualan sesuai permintaan,” ujarnya.
Di Jawa Tengah, distribusi Pertamax Green mencakup empat SPBU di Semarang, serta masing-masing satu di Kendal, Batang, Tegal, dan satu di rest area Brebes.










