Kalimantanlive.com – PT Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu negatif terkait penggunaan etanol sebagai campuran dalam bahan bakar minyak (BBM).
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah–DIY, Taufik Kurniawan, menjelaskan bahwa etanol merupakan bahan ramah lingkungan yang sudah lama digunakan di banyak negara, termasuk Brasil, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.
BACA JUGA: Shutdown Pemerintah AS Menghantui, Rupiah Diproyeksi Menguat Tipis
“Tujuan utama penggunaan etanol adalah untuk menekan emisi gas buang agar lebih ramah lingkungan,” ujarnya di Semarang, Selasa.
Taufik menjelaskan, etanol berasal dari fermentasi bahan nabati seperti tebu, jagung, atau singkong, yang kemudian diolah menjadi molase dan digunakan sebagai campuran BBM.
Di Indonesia, kadar etanol pada Pertamax Green mencapai 5 persen, sedangkan pada produk BBM lain kadarnya lebih rendah.










