Tekan Angka Stunting, Anggota DPRD Kalteng Sebut Perlu Kolaborasi Penanganan Bersama Lintas Sektor

PALANGKARAYA, Kalimantanlive.com – Masalah stunting di Kalteng atau Provinsi Kalimantan Tengah hingga, Rabu (8/10/2025) masih jadi fokus untuk ditangani secara serius.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah maupun pemerintah kabupatend dan kota terus berupaya untuk menekan angka stunting agar tidak melonjak naik.

Banyak pola yang dipakai untuk menekan angka stunting di Kalimantan Tengah agar bisa turun salah satunya dengan penanganan secara bersama antar instansi.

Bagi Ketua Komisi I DPRD Kalteng, H Muhajirin, upaya menekan kenaikkan angka stunting diperlukan kebersamaan antar instansi.

Menurut dia, diperlukan upaya memperkuat program pencegahan stunting melalui kolaborasi lintas sektor pada instansi terkait.

Bukan hanya itu, dalam menyatukan upaya menekan angka stunting tersebut juga perlu pemberdayaan kader Posyandu pada tingkat perdesaan.

Muhajirin mengatakan, pengkaderan Posyandu tersebut menjadi kunci menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan di beberapa wilayah pedesaan di Provinsi Kalimatan Tengah.

Dikatakan dia, kader Posyandu memiliki peran yang sangat penting dan strategis, karena mereka akan bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk pelayanan dasar kesehatan.

Baca Juga :Pengembangan Industri Hilir Sawit, Rotan dan Karet Masih Tertinggal, Jadi Sorotan Ketua Komisi II DPRD Kalteng

Baca Juga :Awal November 2025 Dijadwalkan Anggota DPRD Kalteng Kembali Gelar Reses Perseorangan Serap Aspirasi Masyarakat

“Dalam mendeteksi dini kasus stunting dan memberikan edukasi gizi kepada keluarga, tentunya mereka ini mereka sebagai ujung tombak perlu dibekali pelatihan yang berkelanjutan,” ungkapnya, kemarin.

Bukan hanya itu, penanganan stunting tersebut juga tidak cukup hanya melalui program kesehatan saja.