SOLO, KALIMANTANLIVE.COM — Warga Sukabumi digemparkan oleh peristiwa tragis yang nyaris tak masuk akal. Seorang petani sepuh bernama Abah Ocang (73) ditemukan tewas setelah berduel hidup-mati dengan seekor king cobra sepanjang 4 meter di kebun karet miliknya, Kampung Cipetir, Cidadap, Sukabumi, Jawa Barat.
Presenter satwa liar ternama Panji Petualang ikut buka suara, mengungkap dugaan kuat di balik duel maut manusia vs ular paling mematikan di dunia itu.
# Baca Juga :HEBOH! Bayi 1 Tahun Gigit Kobra Sampai Mati, Netizen: Ini Calon Ksatria!
# Baca Juga :Usai Lakukan Tarian Ular, Pawang Dipatuk King Kobra Peliharaan hingga Tewas di HUT Ke-78 RI
# Baca Juga :Perangi Narkoba di Banua, Yayasan Rehabilitasi Kobra Kalsel Ajak Masyarakat Lakukan Ini
# Baca Juga :Update Terbaru Gempa Cianjur, Kobran Meninggal 162 Orang, Luka-luka 326, Bangunan Rusak 2.345 Unit
Kepada detikJabar (7/10/2025), Panji menduga Abah Ocang tidak sengaja bertemu dengan sang raja kobra saat tengah beraktivitas di kebun. Pertemuan tak terduga itu berujung fatal ketika sang kakek mencoba melawan hewan tersebut.
“Kalau dari kronologinya, sepertinya ada konflik pertemuan antara si Abah dengan ular di kebun saat beliau beraktivitas,” ujar Panji.
Menurut Panji, reaksi spontan korban yang memukul ular karena panik justru memicu serangan balik.
“Mungkin karena ketakutan melihat ukuran ularnya yang besar, Abah ini mencoba memukulnya dengan kayu. Tapi justru itu membuat ular merasa terancam dan menyerang,” jelasnya.
King Cobra: Tak Agresif, Tapi Mematikan Saat Terpojok
Panji menegaskan, king cobra bukan tipe ular agresif terhadap manusia, namun mereka akan menyerang bila merasa diganggu.
“King cobra itu sebenarnya takut sama manusia. Tapi kalau wilayahnya diganggu, dia akan defensif,” ungkap Panji.
Dari pengalamannya, Panji menjelaskan bahwa racun neurotoksik, hemotoksik, dan kardiotoksik dari king cobra menyebar cepat di tubuh korban hingga menyebabkan kematian mendadak.
“Bisa ular itu langsung menjalar ke seluruh tubuh, menyebabkan gagal napas dan kematian di tempat,” tambahnya.
Ia juga membuka kemungkinan lain: Abah Ocang tanpa sadar menginjak tubuh ular yang berkamuflase di tanah kebun.
“Ular ini pandai bersembunyi. Bisa jadi saat Abah berjalan, tanpa sengaja menginjak ekornya dan membuat ular itu menyerang,” katanya.
Ditemukan Tewas Bersama Sang Raja Kobra
Kisah tragis itu terungkap saat Erwanto (40), tetangga korban, menemukan jasad Ocang pada Senin pagi (6/10) ketika hendak menyadap karet. Ia kaget melihat sang kakek tergeletak tak bernyawa di jalan setapak dekat rumahnya.
Di samping tubuh Ocang, warga juga menemukan ular king cobra sepanjang empat meter yang sudah mati dengan kepala tertancap tongkat kayu — diduga hasil perjuangan terakhir korban melawan predator mematikan itu.







