JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM — Media sosial tengah ramai dengan keluhan warga +62 yang kompak mengalami batuk, pilek, dan demam ringan. Warganet dari berbagai daerah mengaku mengalami gejala mirip flu yang tak kunjung reda meski sudah berhari-hari.
Mulai dari hidung tersumbat, tenggorokan gatal, suara serak, hingga kepala pusing dan napas berat, kini jadi topik hangat di linimasa X (Twitter).
# Baca Juga :GEMPARKAN TEGAL! Batu Misterius Diduga METEOR Jatuh di Pekarangan Warga, Sempat Bikin Kaca Bergetar!
# Baca Juga :ULAR MAUT SUKABUMI! Panji Petualang Ungkap Dugaan di Balik Duel Mematikan Abah Ocang vs King Cobra 4 Meter!
# Baca Juga :26 PNS Pajak DIPECAT! Menteri Purbaya Geram: “Udah Nggak Bisa Diampuni Lagi!”
# Baca Juga :REKOR BARU! Harga Emas Antam Tembus Hampir Rp 2,3 Juta/Gram, Naik Drastis di Tengah Ketidakpastian Global
“Kayaknya lagi musim batuk pilek… suaraku jadi kaya lanang gara-gara batuk 🥸 jaga kesehatan gusy,” tulis salah satu pengguna X, Rabu (8/10/2025).
“Capek banget, batuk pilek nggak sembuh-sembuh,” keluh warganet lainnya.
Dokter Paru UI: “Flu dan COVID Naik Bareng!”
Fenomena ini bukan sekadar musim masuk angin biasa. Guru Besar Pulmonologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, SpP(K), mengungkap bahwa kasus influenza dan COVID-19 kembali meningkat di Indonesia.
“Dari data yang terbatas memang terjadi peningkatan keduanya (flu dan COVID),” ujarnya saat dihubungi detikcom, Rabu (8/10).
Prof Erlina juga menyebut banyak pasien datang dengan gejala mirip COVID, namun tidak melakukan tes PCR, sehingga potensi penyebaran bisa lebih luas.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat kembali menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan — kebiasaan yang sempat longgar beberapa bulan terakhir.
Hal senada disampaikan oleh spesialis paru dr Agus Susanto, SpP(K), yang membenarkan bahwa kasus influenza meningkat tajam belakangan ini.
“Ya, virus influenza banyak kasus saat ini,” ujarnya singkat namun tegas.
Menurutnya, sebagian besar pasien mengalami gejala ringan hingga sedang, namun jumlahnya terus meningkat seiring dengan perubahan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
Prof Erlina menjelaskan, cuaca ekstrem dan pancaroba menjadi pemicu utama meningkatnya kasus batuk-pilek massal ini. Perubahan suhu yang drastis membuat virus mudah menular, sementara daya tahan tubuh masyarakat menurun.
“Saat pancaroba atau musim hujan, virus lebih mudah menyebar dan imunitas menurun. Jadi orang lebih gampang sakit,” jelasnya.







