AMARAH MASSA MEMUNCAK! Rumah Brigadir Riska, Tersangka Kematian Brigadir Esco, Dirusak Warga — Polisi Siaga di Lombok Barat!

LOMBOK BARAT, KALIMANTANLIVE.COM – Suasana di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, berubah mencekam pada Rabu sore (8/10/2025). Ratusan warga yang marah mendatangi rumah milik Brigadir Riska, tersangka kasus kematian Brigadir Esco Faska Rely, dan melakukan perusakan besar-besaran.

Tembok rumah ambruk, pintu gerbang roboh, hingga jendela dan perabotan di dalam rumah hancur berantakan. Amukan massa juga meluas ke rumah nenek Riska yang berada tak jauh dari lokasi, bahkan sebuah sepeda motor ikut dibakar.

# Baca Juga :GEMPAR! Oknum Polisi di Luwu Diduga Coba Perkosa Tahanan Wanita, Kapolres Janji Pemecatan!

# Baca Juga :Dari Kades, Manajemen PT NPR Hingga Oknum Polisi dilaporkan putra Dayak Ini ke Kejaksaan Negeri Muara Teweh

# Baca Juga :Sidang Peristiwa Tugboad di PN Muara Teweh Dalam Sorotan, Muncul Nama Diduga Oknum Polisi

# Baca Juga :Jeritan Minta Tolong Pecahkan Keheningan! Ternyata Oknum Polisi Aniaya Mantan Pacar di Kosan

Kemarahan warga ini diduga merupakan luapan emosi atas kematian tragis Brigadir Esco, anggota Intel Polsek Sekotong, yang ditemukan tewas dengan leher terikat tali di kebun kosong dekat rumahnya, pada Minggu, 24 Agustus 2025 lalu.
Kasus tersebut menyita perhatian publik setelah penyidik menetapkan Brigadir Riska sebagai tersangka utama.

Kesaksian Warga: Massa Datang Tiba-tiba

Kepala Dusun Nyiur Lembang, Muhamad Rizal, mengaku kaget dengan kedatangan massa dalam jumlah besar.

“Kita juga kaget, kok tiba-tiba banyak sekali massa datang. Koordinasi sama polisi pun mendadak, penjagaan jadi agak kewalahan,” ujar Rizal di lokasi kejadian.

Menurutnya, perusakan terjadi sekitar pukul 17.30 WITA, saat massa datang menggunakan dua truk, satu mobil pikap, dan puluhan sepeda motor.

“Saya dengar ribut-ribut, pas ke sana rumahnya sudah porak-poranda,” tambahnya.

Rizal mengatakan, awalnya warga mengira rumah Riska akan digunakan untuk rekonstruksi ulang kasus Esco, namun ternyata massa langsung melakukan tindakan perusakan.

Selain rumah Brigadir Riska, rumah neneknya juga menjadi sasaran.

“Saya kira massa sudah keluar, tapi ternyata langsung ke rumah neneknya Riska. Semua fasilitas di sana dirusak,” jelas Rizal.

Total, dua rumah dan satu sepeda motor rusak parah akibat kejadian tersebut.