Menanggapi hal itu, Direktur Kelompok Rentan Ditjen Pemberdayaan Sosial (Dayasos) Kemensos RI, Mardi Brilian Saleh, menjelaskan bahwa program Pejuang Muda telah berjalan selama empat tahun melalui kerja sama antara Kemensos, Kemendikbud, dan perguruan tinggi.
“Kemensos sebelumnya memberikan dukungan biaya transportasi dan uang harian bagi mahasiswa peserta. Ke depan, kami berharap daerah dapat bersinergi dengan kampus agar manfaatnya lebih luas,” jelas Mardi.
BACA JUGA: Optimalkan Penanggulangan Kemiskinan, Dinsos Kalsel Gelar Rakor PKH 2025
Ia juga menegaskan pentingnya prosedur resmi dalam permintaan data bansos.
“Jika membutuhkan data resmi, jangan melalui pendamping lapangan. Untuk data graduasi atau lainnya, silakan ajukan langsung ke Direktorat Jenderal terkait di Kemensos,” tegasnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Dinsos Kalsel berencana memperkuat koordinasi dengan perguruan tinggi serta menyiapkan mekanisme agar program Pejuang Muda dapat diimplementasikan di Kalimantan Selatan.
“Kami optimistis dengan dukungan pemerintah pusat, program ini bisa memperkuat kapasitas sosial masyarakat di daerah,” pungkas Rahmady.
Sumber: MC Kalsel










