EMAS TEMBUS REKOR DUNIA! Sentuh USD 4.000 per Ounce, Investor Panik Pindahkan Dana ke Aset Aman!

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pasar keuangan global berguncang setelah harga emas dunia menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah di atas 4.000 dolar AS per ounce, Rabu (8/10/2025) waktu setempat. Lonjakan luar biasa ini menegaskan bahwa investor di seluruh dunia kini tengah berbondong-bondong mencari perlindungan di aset aman, di tengah badai geopolitik dan ketidakpastian ekonomi yang kian mencekam.

# Baca Juga :REKOR BARU! Harga Emas Antam Tembus Hampir Rp 2,3 Juta/Gram, Naik Drastis di Tengah Ketidakpastian Global

# Baca Juga :Harga Emas Pegadaian 1 Oktober 2025 Melejit! Galeri24 & Antam Kompak Naik, UBS Malah Terjun Bebas

# Baca Juga :Harga Emas Meledak! Akhir 2025 Bisa Tembus Rp 2,3 Juta/Gram, Waspada Dampaknya ke Dompetmu!

# Baca Juga :Harga Emas Antam Meledak Pecah Rekor Lagi, Sentuh Rp 2,2 Juta/Gram!

Menurut laporan Reuters, Kamis (9/10/2025), harga emas spot naik 1,9 persen menjadi 4.057,12 dolar AS per ounce, sementara kontrak emas berjangka AS Desember turut melesat 1,9 persen ke 4.079,40 dolar AS. Tak mau kalah, harga perak juga melesat 3,2 persen menjadi 49,35 dolar AS per ounce, nyaris menembus rekor baru di 49,57 dolar AS.

“Kekuatan emas mencerminkan kondisi makroekonomi dan geopolitik yang benar-benar berpihak pada aset aman, terutama ketika banyak investor mulai kehilangan kepercayaan terhadap lindung nilai tradisional,” jelas Matthew Piggott, Direktur Emas dan Perak di Metals Focus.

Lonjakan Emas Tak Terbendung Sejak Awal Tahun

Sejak awal 2025, harga emas telah meroket 52 persen, setelah sebelumnya naik 27 persen sepanjang 2024. Kenaikan ini menjadikannya aset dengan performa terbaik di dunia, mengungguli saham global, bitcoin, dan bahkan harga minyak yang tengah tertekan oleh perlambatan ekonomi AS dan Eropa.

Sementara itu, harga perak juga melesat 71 persen sepanjang tahun ini, ditopang permintaan industri dan arus investasi besar-besaran dari Asia, terutama India. “Pasar perak semakin ketat, biaya sewa naik, dan arus dana ke produk ETP meningkat tajam,” ujar Suki Cooper, Kepala Riset Komoditas Global Standard Chartered Bank.

The Fed, Krisis Global, dan Daya Tarik Aset Aman

Reli logam mulia ini didorong oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina, hingga pembelian besar-besaran oleh bank sentral dunia.

Piggott menegaskan, “Dengan faktor-faktor ini yang masih kuat hingga 2026, tidak ada tanda-tanda reli ini akan berhenti. Kami memperkirakan harga emas bisa menembus 5.000 dolar AS per ounce tahun depan.”

Krisis politik di Prancis, Jepang, dan AS juga memperkuat permintaan terhadap aset aman. Shutdown pemerintah AS yang memasuki hari kedelapan memperburuk ketidakpastian, menunda rilis data ekonomi penting dan mendorong investor untuk “mengamankan” portofolio mereka di emas.