Kalimantanlive.com – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada Rabu (8/10), dipengaruhi oleh pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed).
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pernyataan dari Presiden The Fed Kansas City Jeff Schmid dan Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari menekan sentimen pelaku pasar terhadap rupiah.
BACA JUGA: APPSI Sampaikan ke Menkeu Dampak Pemotongan Dana Transfer ke Daerah
“Rupiah diperkirakan akan terus melemah seiring penguatan dolar AS setelah komentar hawkish dari pejabat The Fed,” ujarnya di Jakarta.
Schmid menegaskan perlunya Bank Sentral AS tetap menekan inflasi yang tinggi, sementara Kashkari menilai pemangkasan suku bunga secara drastis dapat memicu lonjakan inflasi.
Meskipun peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin di akhir Oktober masih mencapai 99 persen menurut CME FedWatch, komentar hawkish tersebut dinilai mengurangi ekspektasi pasar.







